Powered By Blogger

TUGAS LAPORAN KARYA WISATA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Seiring dengan perkembangan dunia pariwisata di negara kita terutama peninggalan–peninggalan sejarah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke menjadi salah satu alasan diadakan wisata. Pariwisata di Indonesia sendiri telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Pariwisata di Indonesia sendiri dapat dibedakan  menurut jenisnya misalnya wisata di perairan dan daratan. Di perairan negra kita Indonesia ini mempunyai banyak pulau dan pantai yang indah . salah satunya adalah berbagai macam  pantai yang tersebar di pulau Bali. Berhubungan dengan hal itulah maka sekolah kami mengadakan study wisata ke pulau Bali untuk mengunjungi keindahan pulau Bali terutama pantainya. Beberapa obek yang dipilih oleh sekolah kami antara lain : pantai kute, pantai Tanjung Benua, pantai Sanur, pantai Pandawa, Tanah lot, Garuda Wisnu Kencana, Bajresandi, Bedugul serta beberapa pusat oleh-oleh dikota Bali. Oleh karena itu,.berkaitan dengan study wisata ini kami ditugasi untuk membuat laporan dalam bentuk Karya Tulis mengenai objek–objek wisata yang kami kunjungi di Pulau Bali.

1.2  TUJUAN
Tujuan khusus:
Untuk memenuhi tugas Akhir Semester II
Tujuan Umum:
1. Penulis ingin memperkenalkan profil objek-objek wisata yang ada di pulau Bali kepada pembaca.
2. Untuk menambah informasi serta menperbanyak pengetahuan pembaca.
3. Sebagai latihan untuk memperlancar sastra dan bahasa.
4. Menanamkan rasa Cinta Tanah Air.
5. Mengenal kebudayaan Nusantara.
6. Untuk berlatih menyusun Karya Tulis secara Sistematis.
7. Untuk melatih kemandirian.

1.3 MANFAAT
1.Sebagai tambahan materi diluar sekolah.
2.Melatih siswa agar dapat mengolah laporan study wisata.
3.Menambah pembendaharaan pustaka sekolah yang menunjang minat baca siswa agar pengetahuannya lebih luas.










BAB II
PEMBAHASAN

2.1 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Study wisata ini dilaksanakan sesudah ulangan kenaikan kelas semester genap  pada tanggal 14 Juni 2014 - 18 Juni 2014. Siswa kelas  XI SMA N 4 Bojonegoro berada di Pulau Dewata Bali selama 5 hari dan mengamati objek wisata selama 3 hari di pulau Dewata Bali.

2.1.1 Pemberangkatan
Pemberangkatan pada hari Jum’at, tanggal 14 Juni 2014 pukul 09.00 WIB. Sebelum pemberangkatan siswa-siswi kelas XI berkumpul di lapangan sekolah SMAN 4 Bojonegoro pukul 08.00 WIB. bapak Muhadi selaku wakil kepala SMAN 4 Bojonegoro memberikan pengarahan kepada siswanya yang akan melakukan study wisata ke Bali. SMAN 4 Bojonegoro memberangkatkan 5 Bus dengan jumlah ... siswa serta 14 guru pembimbing. Sebelum pemberangkatan kami berdoa dan dipimpin oleh Bpk .Muhadi . Pada pukul 09.00 WIB siswa mulai perjalanan dengan bus pariwisata Madu Kismo.

2.1.2 Perjalanan Ke Pulau Bali
Pada saat – saat pertama dalam perjalanan kami, semua sangat ceria karena kami belum merasakan lelah. Masing – masing peserta sibuk dengan kegiatanya sendiri – sendiri ada yang saling bercanda, ada juga yang hanya menikmati pemandangan di luar dan ada juga yang mulai berangkat sudah tidur. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, kami sampai di masjid Agung Surabaya untuk melakukan sholat dhuhur dan asar dijamak serta makan siang yang dibawa dari rumah masing-masing. Setelah 2 jam berhenti disana kami melakukan perjalanan lagi.
Dalam perjalanan menuju Banyu wangi kami melewati pusat aliran listrik provinsi Jawa Timur yaitu Phyton. Sekitar Pukul 18.00 WIB kami sampai di Situbono tepatnya di rumah Makan Jawa Timur untuk makan malam serta melaksanakan sholat magrib dan isya di jamak . Selesai makan malam kami melanjutkan perjalanan. Suasana di dalam bus kembali ramai karena teman – teman telah mendapatkan dan menikmati makan malam dan sholat mereka, mereka kembali bergurau dan beryanyi, bahkan nasehat Bapak dan Ibu guru pendamping untuk segera tidur tidak dihiraukan oleh mereka.
Bus terus melaju dalam kegelapan malam yang dingin, suasana bus mulai sepi karena teman-teman dalam bus mulai mengantuk dan sebagian sudah ada yang tertidur. Pukul 23.00 WIB kami sampai pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Disana kami menunggu beberapa menit untuk menunggu penyeberangan ,sehingga kami dapat menyeberang ke pulau Bali sekitar pukul 23.20 WIB. Sekitar pukul 02.30 WITA rombongan sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali meninggalkan pulau Jawa rombongan pun segera turun dari kapal.

2.1.3 Di Pulau Bali
Sekitar pukul 04.00 WITA kami sampai di Tanah Lot. Sesampai di Tanah Lot kami langsung mencari kamar mandi untuk bersih-bersih diri. Setelah itu kami melaksanakan sholat subuh. Sesudah sholat subuh rombonganpun menuju Tanah Lot untuk menikmati pemandangan ketika pagi hari di Tanah Lot. Sekitar pukul 07.30 WITA kami menuju ke pusat oleh-oleh Agung Bali untuk sarapan pagi dan membeli beberapa oleh-oleh di Agung Bali. Pukul 09.00 rombongan meneruskan perjalanan menuju ke Tanjung Benua. Di Tanjung Benua rombongan banyak yang bermain aneka permainan air disana seperti bananan boot, paralayang, dan naik boot kepulau penyu. Kelompok kami pun akhirnya memutuskan untuk memilih naik boot berkeliling pulau penyu. Kelompok kami berangkat dengan satu kelompok lain sekelas kami. Sekitar 20 menit an kami pun sampai ke Pulau penyu di pulau penyu selain ada banyak penyu dengan berbagai jenis dan ukuran juga terdapat satwa lain diuantaranya burung elang ular dan ikan refleksi. Para pengunjung disana tentu tidak melewatkan berfoto besama dengan hewan- hewan tadi.begitu pula dengan kelompok kami.setelahpuas bermain di Tanjung Benua rombongan pun menuju ke obyek wisata selanjutnya yaitu ke pantai Pandawa.
Sekitar pukul 13.00an WITA rombongan pun sampai di Pantai Pandawa. Saat perjalanan menuju ke lokasi pantai Pandawa terdapat 5 patung pandawa beserta dewi Kunti dan tikus putih. Akhirnya setelah berjalan kaki yang cukup melelahkan dari tempat parkir menuju pantai Pandawa akhirnya kamipun sampai di pantai Pandawa. Keindahan pantai Pandawa memang sangat luar biasa dibandingkan dengan pantai lain di pulau Bali. Birunya air serta pasirnya yang putihlah menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pantai Pandawa. Di pantai Pandawa terdapt beberapa permainan serta kios-kios yang menjajakan makanan dan o;eh-oleh. Karena suasana yang semakin panas maka rombongan pun meneruskan perjalanan. Rombongan berhenti sejenak di tempat peribadatan lima agama yaitu Puja Mandala untuk sholat dan makan siang.setelah sholat dan makan siang rombongan pun meneruskan perjalanan ke GWK(Garuda Wisnu Kencana) setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam kami pun sampai di GWK(Garuda Wisnu Kencana) di GWK kami disuguhi beberapa tarian antara lain tari tradisional bali dan musik-musik tradisional Bali. Tak lupa rombongan pun berfoto bersama dengan guu-guru pembina. Saat di teater GWK kami kembali disuguhi tarian tradisional Bali. Saat itu para penaripun mengajak beberapa pengunjung untuk menari bersama tak ketinggalan guru serta siswa SMA N 4 Bojonegoropun ikut menari. Suasana pun berubah menjadi sangat menggembirakan karena banyak pengunjung yang diajak menari oleh penari tetapi mereka tidak bisa menari.
Setelah dari GWK rombonganpun menuju ke hotel untuk check in. Sebelum ke hotel rombongan berhenti sejenak di pusat oleh-oleh Karang Kurnia. Tepat pukul 07.00 WITA rombongan pun sampai dihotel Puspa. semua ketua dari setiap kelompok segera menukarkan nomor kamar dengan kunci kamar. Akhirnya setelah nomor kamar kami dapat kami pun segera mengambil dan membawa barang bawakan kami ke dalam kamar hotel. Karena terlalu lelah kelompok kami pun memutuskan untuk berbaring sejenak. Setelah iu kami pun menuju ke kantin untuk makan malam bersama. Setelah makan kami kembali kekamar dan mandi secara bergantian kemudian tidur.
Hari ketiga di Bali rombongan melanjutkan perjalanan ke obyek selanjutnya tetapi sebelum itu rombongan sarapan pagi terlebih dahulu di hotel. Sekitar pukul 08.00 WITA rombongan berangkat menuju ke Pantai Sanur. Setelah dari pantai Sanur kami melanjutkan perjalanan ke pasr Seni Sukowati untuk berbelanja.kemudian setelah dari pasar Seni Sukowati rombongan istirahat sejenak untuk makan siang di pusat oleh-oleh Cah Ayu. Sesudah makan siang rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Bajre Sandi yaitu monumen perjuangan pahlawan di Bali. Dimana Bajre Sandi sendiri terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama terdapat kolam besar, bagian kedua terdapat gambar tiga dimensi yang menceritakan perkembangan rakyat bali dari masa kemasa, bagian ketiga terdiri dari sebuah lambang senjata dewa yang berupa mata angin. sekitar pukul 13.00 WITA kami sampai ke Bajre Sandi. Disana kami tak lupa untuk mengabadikan momen di Bajre sandi dengan berfoto. Sekitar pukul 14.00 WITA rombonganpun meninggalkan Bajre Sandi dan melanjutkannya ke pantai Kuta.
Sekitar 15 menit rombongan pun sampai dilokasi pantai Kuta akan tetapi sebelum sampai ke pantai kuta kami harus naik angkutan terlebih dahulu. Karena jalannya yang tidak bisa dilalui oleh bus pariwisata. Akhirnya sekitar pukul 14.30 WITA rombongan pun sampai di pantai Kuta disana kami langsung menikmati pemandangan pantai Kuta. Pantai Kuta terkenal akan keindahannya sehingga banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara. Tak terasa hari beranjak sore rombongan kembali ke bis masing-masing. Setelah itu rombongan menyempatkan diri berkunjung di Krisna kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat. Dan pada pukul 19.30 WITA kami kembali kehotel akan tetapi sesampai dihotel kami tidak langsung beristirahat tetapi kami harus mandi makan malam kemudian mengikuti acara pentas seni kecil-kecilan yang diadakan oleh para pembina. Suasana malam pun berubah menjadi sangat ramai. Dan pada pukul 23.00 WITA acara selesai kamipun dapat beristirahat dikamar hotel.
 Setelah dua malam menginap di hotel keesokan harinya kami harus check out dari hotel. Sekitar pukul 08.00 WITA kami pun check out sebelum check out kami pun sarapan pagi terlebih dahulu. Kemudian rombongan pun memasuki bis masing-masing. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke obyek wisata selanjutnya yaitu danau Bedugol. Tetapi sebelum ke danau Bedugul kami pun berhenti terlebih dahulu di Joger untuk membeli oleh-oleh terutama baju dan sandal. Akhirnya pada pukul 08.25 WITA rombonganpun sampai di Joger disana kami harus antre terlebih dahulu karena kunjungan kami ke Joger juga bersamaan dengan rombongan lain dari dua sekolah yang berbeda. Akhirnya setelah antre cukup lama dan panjang kamipun dapat masuk ke Joger disana kami langsung memilih kaos dan lain sebagainya. Akhirnya setelah hampir satu jam di Joger rombonganpun harus segera kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan ke Bedugol.
Disepanjang perjalanan menuju Bedugol pemandangan yang sangat indah cukup memanjakan mata kami. Karena letaknya dipegunungan. Akhirnya sekitar pukul 11.30 WITA kami pun sampai di Bedugul. Sesampai disana rombongan terbagi menjadi dua ada yang menuju masjid terlebih dahulu untuk sholat akan tetapi ada juga yang langsung mengunjungi obyek wisata serta ada sebagian yang makan siang. Kelompok kami akhirnya memutuskan untuk ke masjid terlebih dahulu untuk meunaikan ibadah sholat dhuhur dan ashar di jamak. Setelah selesai sholat kami menyempatkan untuk membeli buah strowberry terlebih dahulu. Dan setelah itu, kami makan siang bersama barulah kami masuk ke dalam objek wisata Bedugol. Setelah dirasa cukup berjalan-jalan rombongan akhirnya kembali ke bis masing-masing. Dan  rombongan pun memulai perjalanan pulang.

2.2.4 Perjalanan Pulang
Setelah melewati perjalanan yang cukup lama rombongan pun akhirnya sampai di pelabuhan Gilimanuk Bali sekitar pukul 17.00 WITA. Rombongan harus menunggu kapal yang akan menyebrangkan kami ke pulau Jawa. Akhirnya rombongan sampai di pelabuhan Ketapang Banyuwangi sampailah rombongan di pulau jawa rombongan menyempatkan berhenti untuk makan malam dan solat magrib serta solat isya’ di pom bensin.  Rombongan juga menyempatkan berhenti di rumah makan putra Jawa Timur untuk membelin oleh-oleh khas Jawa Timur. Akhirnya setelah melewati perjalanan yang cukup lama sekitar pukul 04.00 WIB tanggal 18 Juni 2014 rombongan pun sampai kembali ke Bojonegoro dengan selamat. Rombongan pun segera turun ketika sampai di SMA N 4 Bojonegoro. Rombongan pun langsung menurunkan barang-barang bawakan dari bis begitu pula dengan kelompok kami. Setelah itu, kamipun segera pulang kerumah masing-masing karena sudah ditunggu oleh jemputan masing-masing.


2.2 KETERANGAN OBJEK WISATA

2.2.1 Tanah Lot
Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
a. Legenda
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.
Ternyata tidak semua orang boleh masuk ke dalam pura tsb. para wisatawan hanya diperbolehkan melongok dari bawah pura. hanya orang2 tertentu yang hendak bersembahyang atau melakukan kegiatan keagamaan yang diperkenankan masuk ke dalam pura. Terkait dengan konsep triangga (penggambaran tubuh manusia dari kepala, badan hingga kaki), pura ini menjadi terkait dengan 2 tempat suci lainnya di Tabanan, yaitu Pura Luhur Batukaru (hulu) dan Pura Puser Tasik (madya) serta Pura Tanah Lot sebagai hilirnya. Pura hulu dan hilir ini pun digambarkan sebagai simbolisasi lingga dan yoni, Pura Luhur Batukaru sebagai lingga (purusa)dan Pura Tanah Lot sebagai yoni (segara). perpaduannya menjadi sumber kehidupan yang mensejahterakan manusia disekitarnya.
Di sebelah utara pura, tepatnya di dalam gua bawah tebing, terdapat ular yang dikeramatkan. ular pipih beracun berwarna hitam kuning ini dipercaya sebagai selendang Dang Hyang Nirartha yang terlepas saat sedang bertapa dan hingga kini menjadi penjaga pura. di tempat ini pula terdapat sumber air tawar bernama Tirta Pabersihan (biasa digunakan sebagai sarana memohon kesucian).

b. Fasilitas
Dari tempat parkir menuju ke area pura banyak dijumpai art shop dan warung makan atau sekedar kedai minuman. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun.
c. Hari Raya
Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.
Pantai tanah lot ini tidak berupa pasir tetapi berupa batu-batu karang, sehingga harap berhati-hati karena agak licin dengan lumut dan rumput-rumput lautnya.
Obyek wisata ini sangat cocok dinikmati di kala matahari akan tenggelam atau saat sunset, karena view sunset yang memantul di laut di belakang tanah lot akan menimbulkam pemandangan yang indah sekali dengan tanah lotnya yang berupa siluet.
Dan disekitar lokasi TanahLot ini juga sudah banyak berdiri resort-resort mahal seperti Le meredien dengan lapangan golf nya.
Dan di sepanjang antara areal parkir dengan obyek wisatanya banyak ditemui penjual cindera mata khas Bali. Tiket masuknya sangat murah. Jadi jangan sampai mdilewatkan untuk mengunjungi Tanah Lot di kala sunset di Bali.

2.2.2 Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.
Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, 88, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.
Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

2.2.3 Pantai Sanur
Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan Kotamadya Dati II Denpasar. Pantai ini terletak di sebelah Timur dan Selatan desa Sanur, yang merupakan tepi Samudra Indonesia sebelah Selatan Pulau Bali. Tempat itu terkenal sejak dahulu kala, terutama ketika terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906 dimana Belanda mendaratkan tentaranya di sana. Dalam sejarah Bali Kuno pantai Sanur juga terkenal, dan masdih ada tugu batu tertulis yang merupakan Prasasti Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala tahun 917, dimana sekarang terdapat di Blanjong Bagian Selatan Pantai Sanur. Di kalangan Pariwisata, Pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis Belgia bernama A.J.Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di sana sejak tahun 1937 dan mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri.
Pantai Sanur terkenal karena pemandangan dan atmosfir yang indah. Pasir putih yang menutupi pantai sepanjang Hotel Bali Beach hingga ke Selatan (Pantai Mertasari). Pantai ini menghadap ke arah timur sehingga akan selalu dapat menikmati keindahan matahari terbit, dan pada sore hari di daerah pantai akan mendapatkan suasana yang spesifik. Secara umum Sanur merupakan tempat berlibur yang menginginkan suasana tenang.
Disisi lain pantai Sanur dimanfaatkan oleh masyarakat Hindu setempat dan masyarakat kota Denpasar untuk menyelenggarakan kegiatan upacara keagamaan dan upacara adat - budaya setempat. Kondisi ini perlu dilindungi karena pantai Sanur merupakan kawasan suci. Pantai Padanggalah merupakan teluk yang berpasir hitam, dan seperti bagian lain dari pantai Sanur, kawasan ini digunakan untuk upacara keagamaan.

Pantai Sanur jaraknya 6 Km dari pusat kota Denpasar, dapat dicapai dengan mobil, sepeda motor atau kendaraan umum yang menghubungkan pantai Sanur dengan Kota Denoasar. Kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara Sanur-Denpasar, sehingga tidak ada kesulitan masalah angkutan. Pantai Sanur sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan Mancanegara oleh wisatawan Mancanegara maupun Nusantara. Hari Minggu dan hari libur, tempat itu menjadi pilihan penduduk kota Denpasar untuk rekreasi sambil mandi di laut. Pada hari bulan Purnama malamnya banyak orang datang santai dan mandi ke sana, sambil melihat keindahan pantai di malam hari. Selain pantainya Museum Le Mayeur juga banyak menari minat wisatawan.

Pantai Sanur merupakan salah satu pantai yang ada di Bali. Pantai ini merupakan tempat wisata yang sangat indah, sehingga tidak pernah sepi dari pengunjung baik dari wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara.
Di Pantai Sanur tersedia berbagai macam fasilitas antara lain Hotel bertaraf Internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Hyatt, Hotel Sanur Beach, Hotel Sindu Beach dan banyak lagi sepanjang Timur dan Tenggara pantai Sanur. Kios barang kesenian dan Art Shop juga banyak di sana. Akomodasi dan Restourant untuk wisatawan cukup banyak tersedia yang senantiasa siap melayani kepentingan para wisatawan.
Daya tarik Pantai Sanur sebelah Utaranya melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian Selatannya berbelok dari Timur ke Barat, dimana gelombang air lautnya tak begitu besar dan bila airnya surut terlihatlah batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati air lautnya naik dan gelombangnya agak besar. Di sebelah Tenggara terlihatlah gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan di sebelah Timur kelihatan panorama pantai Selatan Pulau Bali dengan gunungnya. Pemandangan pantai Sanur juga terlihat indah pada sore hari, karena keadaan air laut biasanya surut dan gelombangnya merupakan riak kecil. Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut terlihat dari Pantai Sanur sebelah Selatan. Panorama pantai Sanur sebelah Selatan lebih indah dilihat pada pagi hari. Tempat meninjau yang strategis adalah bagian Timur, di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar dan bertiup angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari terbit (Sun Rise)dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.

2.2.4 Tanjung Benua
Tanjung Benoa adalah Tempat wisata di Bali banyak sekali. Tanjung Benoa, terletak di ujung selatan pulau Bali namun memiliki daya tarik yang berbeda.
Tempat wisata di Bali banyak sekali dan Tanjung benoa salah satunya. Nusa Dua dan Tanjung Benoa, terletak di ujung selatan pulau Bali namun memiliki daya tarik yang berbeda.
Sementara itu, Tanjung benoa dikenal sebagai pusat wisata air mulai dari parasailing, banana boat, Jet Ski, Rolling Donut, Flying Fish, Snorkeling, Scuba Diving, Glass Bottom Boat + Turtle island dan olahraga air lainnya dapat dinikmati di sini.

2.2.5 Joger
Joger adalah pabrik kata-kata. Tidak salah memang banyak orang menyebutnya begitu. T-shirt yang diproduksi Joger memang berisi kata-kata yang lucu, “nyeleneh”, nakal dan membuat orang menjadi penasaran akan maknanya.
Kenapa bernama Joger? Menurut pemiliknya, Joseph Theodorus Wulianadi, yang cukup lama tinggal di Bali dan pernah berprofesi sebagai tour guide ini, nama Joger diambil dari gabungan namanya sendiri dan sahabatnya “Gerard”. Modal untuk memulai usaha ini didapat dari hadiah pernikahan Bapak Joseph di tahun 1981 dari Bapak Gerard.
Kini tiap musim liburan atau tidak, toko T-shirt yang satu ini selalu ramai dan bikin macet kawasan jalan Raya Kuta, belakang Supernova. Letaknya itu sangat strategis dekat dengan pusat keramaian Kuta, cuma kadang-kadang masalahnya parkir mobil yang susah, apalagi kalau musim liburan. Selain itu Joger mempunyai cabang atau yang disebut teman Joger di Baturiti.

2.2.6 Bedugul
Bedugul Bali, merupakan salah satu objek wisata pilihan di Bali juga. Objek wisata ini terletak di kabupaten Tabanan dan terkenal akan danau dan restorannya. Suhu udara di Bedugul jauh lebih dingin dibandingkan tempat wisata lainnya di Bali, dengan suhu kurang lebih 18 drajat celcius, tentu memberikan suasana tersendiri selama liburan di Bali. Tempat wisata Bali ini mirip dengan yang ditawarkan di Kintamani. Pernah ke Kintamani??? Tempat ini juga menawarkan suasana perbukitan dengan suhu sekitar 18 derajat celcius plus danau yang begitu indah.
Bedugul terkenal akan keindahan danau Tamblingan dan andapun bisa menikmati keindahannya dengan menyewa speedboat atau perahu untuk berkeliling danau. Objek wisata ini juga merupakan persinggahan untuk mengunjungi objek wisata lainnya seperti Tanah Lot, Sangeh, Taman Ayun dan tempat wisata lainnya.

Sejarah Bedugul
Bedugul berasal dari kata Bedogol. Bedugul ini adalah danau beratan yang paling dangkal, di daerah danau Bedugul ini banyak terdapat hasil pertanian. Hasil pertanian disini yang paling banyak dijumpai adalah buah buahan dan sayuran. Banyak jenis buah-buahan disini diantaranya adalah buah markisa, buah anggur, dan buah manila.
Bedugul itu sebenernya nama sebuah desa. Namun orang sering salah kaprah dengan kata Bedugul. Ada yang bilang Bedugul itu nama danau, nama pura sampe nama pasar. Anggapan itu muncul mungkin karena selain sebagai sebuah desa, Bedugul juga adalah sebuah kompleks. Dalam sebuah area yang kurang lebih berdiameter 5 km, ada beberapa macam tempat yang nyaman buat dikunjungi. Dimulai dari Desa Bedugul sendiri, Kebon Raya, lalu Danau Beratan (danau terbesar kedua di bali), Pura Ulun Danu, sampai Pasar Tradisional. Kebon Raya yang ada disini lumayan luas. Di sini terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan, mulai dari yang indah-indah kaya bunga rose sampe yang’horo’ and berduri-duri juga ada.
Danau Beratan juga asik. Selain airnya seger, kita bisa sewa kendaraan air yang bisa dibawa sendiri ato sekalian dibooking ama sopirnya. Kendaraan airnya sendiri beragam. Ada perahu dayung, perahu mesin sampe motor boat,

Kondisi Fisik Bangunan Bedugul
Secara global bangunan yang terdapa pada danau Bedugul ini adalah bersifat kuno atau bersifat khas zaman dahuu. Danau tersebut tempatnya juga bersih dan tidak kotor.
Pembagian-pembagian ruang Bedugul
Bangunan-bangunan yang terdapat di Bedugul yaitu kios-kios tempat penjualan oleh-oleh diantaranya adalah kios buah-buahan, supermarket, tempat bangunan untuk menikmati danau Bedugul.
Pengunjung, Pembeli di Bedugul
Banyak pengunjung yang datang ke danau Bedugul. Turis-turispun banyak yang datang kesana. Disana juga banyak orang yang membeli baju, buah-buahan atau hiasan-hiasan dinding yang tersedia disana. Pengunjung banyak berkunjung kesana kira-kira pada saat hari libur dan Study Tour sekolah.
Sarana Prasarana
Isi dalam danau Bedugul ini salah satunya kapal-kapal laut yang disewakan kepada pengunjung, adapun supermarket dan kios-kios kecil sebagai tempat pengunjung membeli oleh-oleh bagi keluarga.
Pedagang
Didaerah danau Bedugul banyak penjual yang menjual berbagai buah-buahan hasil pertanian disana dan berbagai baju, ukir-ukiran khas Bali, penjual disanapun sangat ramah dan tlaten melayani pembeli. Barang-barang yang dijual disana amat mahal tetapi kalau kita bisa menawar mungkin harganya jauh lebih murah dari pada harga semula.
Kelebihan
Kelebihan obyek wisata di Danau Bedugul ini adalah kondisi fisik bangunannya yang bersih dan teratur.

2.2.7 Puja Mandala
Nusa Dua, kawasan di ujung selatan Pulau Bali ini seolah menjadi saksi kerukunan umat kelima agama yang diakui di Indonesia. Di daerah ini, +/- 12km dari Bandara Internasional Ngurah Rai, 2km dari kawasan wisata BTDC, 2km dari BRI KCP Nusa Dua tepatnya di Jl. Kurusetra, berdiri 5 buah tempat ibadah dalam satu area yang bernama Puja Mandala. Kompleks ibadah ini digagas pada awal tahun 1990-an, diantaranya oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi (saat itu),Joop Ave, Menteri Agama (saat itu), Tarmidzi Taher, dan Gubernur Bali (saat itu),Ida Bagus Oka. Puja Mandala Nusa Dua mulai dibangun tahun 1994 atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang memberikan bantuan lahan seluas 2 hektar untuk membangun kelima tempat ibadah tersebut. Lahan itu dibagi sama besar dan luasnya. Pendirian bangunan diserahkan sepenuhnya pada umat masing-masing agama, dengan aturan pendirian bangunan tersebut harus sama tingginya. Puja Mandala Nusa Dua secara resmi disahkan pada tahun 1997 oleh Menteri Agama Bapak Tarmidzi Taher. Kini, Nusa Dua tak hanya indah karena pantainya, ada keindahan tak kasat mata disana. Sebuah replika Indonesia yang bhinneka. Bukalah hati dan anda akan melihatnya, Indonesia kita yang cantik, yang cantik karena berwarna.Puja Mandala adalah sebuah kompleks tempat bangunan peribadatan indah di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali. Lokasi Puja Mandala berada di tepi kanan jalan arah menuju Hotel STP (Sekolah Tinggi Pariwisata). Kompleks Puja Mandala ini mengingatkan saya akan Bukit Kasih Minahasa.
Bedanya adalah tidak memerlukan usaha berat untuk mengunjungi Puja Mandala, namun karena itu pemandangan Bukit Kasih menjadi lebih indah ketimbang Puja Mandala. Bagaimana pun Puja Mandala memiliki bangunan rumah peribadatan dengan detail sangat mengesankan.Puja Mandala dengan Masjid Agung Ibnu Batutah pada bagian paling kiri, beratap tumpang susun, khas bangunan Masjid Jawa.
Ibnu Batutah adalah pengembara Maroko dengan catatan perjalanan dunia terlengkap dari abad ke-14, melintasi jarak 120.000 km sepanjang dunia kaum Muslim, mencakup 44 negara modern.Puja Mandala pada bangunan Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, tepat di sebelah Masjid Agung Ibnu Batutah, dengan menara tunggal, dinding depan gevel mengikuti bentuk atap dan bagian belakang atap tumpang.
Puja Mandala pada bangunan Wihara Budhina Guna dengan ornamen cantik berwarna putih dan keemasan. Wihara ini tampak anggun dan mewah. Pengerjaan patung dan ornamennya terlihat sangat halus dan detail.Puja Mandala dengan relief Buddha, sepasang patung ksatria serta sepasang patung naga indah.Lingkaran sekeliling relief Buddha itu berjumlah delapan, tampaknya melambangkan ajaran Buddha bahwa agar terlepas dari penderitaan maka manusia harus melalui Jalan Utama Berunsur Delapan Sradha atau iman, yaitu Percaya yang benar (Samma ditthi), Maksud yang benar (Samma sankappa), Kata-kata yang benar (Samma vaca), Perbuatan yang benar (Samma kammanta), Hidup yang benar (Samma ajiva), Usaha yang benar (Samma vayama), Ingatan yang benar (Samma sati), serta Semedi yang benar (Samma samadhi)
Puja Mandala pada patung gajah putih dengan detail ornamen mewah dan sangat halus.
Puja Mandala pada bangunan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa dengan sentuhan ornamen lokal cukup kental.Puja Mandala pada tengara untuk bangunan Pura Jagat Natha Nusa Dua yang terletak di bagian paling kanan kompleks.Jika Masjid Agung Ibnu Batuta, Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa, dan Gereja Kristen Protestan Bukit Doa mulai dibangun pada 1994 dan diresmikan 1997, maka Wihara Budhina Guna selesai dibangun pada 2003, dan Pura Jagat Natha Nusa Dua selesai dibangun paling akhir. Puja Mandala pada bangunan Kori Agung Pura Jagat Natha Nusa Dua.Puja Mandala pada beberapa Kala makara bagian atas pintu Kori Agung. Kala makara paling besar dibuat dengan sepasang tangan berkuku panjang, yang tidak lazi.
Puja Mandala ketika seorang pria tengah bersamadi dan berdoa di kaki bangunan utama Pura berbentuk candi terbuat dari batuan putih, dengan sepasang naga kiri kanan undakan, sepasang lagi di bagian atas, dan beberapa buah arca menghias bangunan candi.
Puja Mandala menjadi simbol pentingnya kedekatan antar umat beragama, setidaknya secara fisik, agar hidup berdampingan tanpa saling mengganggu. Meyakini kepercayaan sudah menjadi kewajaran, dan meyakini kepercayaannya paling benar juga wajar. Namun, tampaknya hanya jika hubungan manusia dengan Tuhannya baik, maka baik pula hubungannya dengan orang lain, apa pun kepercayaan orang lain itu.

2.2.8 Karang Kurnia
Karang kurnia adalah pusat oleh-oleh di pulau bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. berawal dari studi bandingnya di toko oleh-oleh Ia mencoba berbisnis sendiri. karang kurnia memiliki beberapa cabang, yaitu:
1. jalan cargo denpasar bali
2.jalan gatot subroto denpasar bali
di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.
pasar karang kurnia lebih murah dibanding pasar lain di bali. dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung merasa nyaman.

2.2.9 Bajra Sandhi
Bajra Sandhi, sebuah monumen yang berdiri megah di pusat pemerintahan propinsi Bali menjadi bagian dari rangkaian ‘City Tour’ yang sedang digalakkan Pemkot Denpasar.
Bentuknya yang menyerupai ‘Bajra’ (Genta), menunjukkan filosofi Hindu sangat kental dalam setiap sisi dari bangunan tersebut. Selain menjadi objek wisata, Bajra Sandhi juga ditujukan untuk membangun tingkat spiritual masyarakat Bali.
Bangunan yang terbagi atas 3 bagian ini, memiliki makna yang dalam pada setiap bagiannya.Bangunan utama berbentuk Bajra. Pada lantai paling atas merupakan tempat yang paling tenang. Pada bagian yang dikelilingi jendela-jendela ini, kita bisa melihat pemandangan kota Denpasar. Tempat ini juga difungsikan untuk meditasi. Para pengunjung digiring untuk melepaskan kepenatan kesehariannya dan kembali kepada ketenangan alam. Untuk mencapai lantai ini, pengunjung harus menaiki 69 anak tangga melingkar yang cukup melelahkan.
Di bawah tangga melingkar, gemericik air yang dipenuhi ikan beraneka warna, membuat sejuk suasana. Pada bagian ini terdapat 33 diorama yang menceritakan tentang peradaban masyarakat Bali mulai dari jaman pra sejarah, jaman perjuangan merebut kemerdekaan hingga masa mengisi kemerdekaan. Melalui diorama ini, diharapkan para pengunjung tidak meninggalkan sejarah panjang dari para leluhur mereka. Dengan iringan musik tradisional Bali, pengunjung diajak kembali ke masa-masa peradaban masa lalu. Dalam keheningan tersebut, pengunjung dapat merasakan pengorbanan dari para leluhur yang mewariskan peradaban serta semangat juang yang tanpa pamrih.
Fasilitas lain juga ikut melengkapi bangunan ini seperti ruang pertemuan, ruang pameran, ruang baca, kios kerajinan serta ruang administrasi pengelola monumen.
Pada bagian luar dari bangunan utama, di bawah tangga masuk, kita juga menjumpai kolam yang luas dengan ikan-ikan hias yang beraneka ragam. Di empat penjuru, terdapat bale bengong untuk peristirahatan wisatawan setelah menikmati keindahan bagian dalam ruangan.
Di sisi paling luar terdapat lapangan yang sangat luas, dengan fasilitas untuk berolahraga bagi masyarakat. Sangat cocok untuk tempat berjalan santai sambil melepas lelah. Pada hari libur, lapangan penuh dengan kegiatan masyarakat yang berolah raga dan berekreasi.
Monumen cantik dan sarat makna ini bisa dikunjungi setiap hari, dari pukul 08.30 – 17.00 Wita kecuali hari raya besar keagamaan di Bali, dengan tiket masuk Rp 2.000 per orang untuk dewasa dan Rp 1.000 per orang untuk anak-anak.
Setelah mengunjungi Bajra Sandhi,. 























BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

3.1.1  Objek wisata di pulau Bali memiliki karakteristik / daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
3.1.2  Pesona alam serta kebudayaan yang ada di pulau Bali membuat wawasan peserta Study Wisata akan kebudayaan Nusantara bertambah.
3.1.3  Keunikan dan ciri khas tersendiri dari pulau Bali membuat Indonesia semakin terkenal di dunia luar serta menghasilkan devisa yang besar bagi Indonesia.
3.1.4  Dalam Study Wisata ini peserta dapat lebih memahami dan menghormati budaya-budaya yang masih kental yang berada di Indonesia serta dapat mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa tanpa membeda-bedakan golongan, ras, budaya, dan agamanya.


3.2  SARAN

3.2.1 Sekolah diharapkan dapat menganjurkan kepada biro perjalanan agar menyusun jadwal perjalanan dengan cermat, agar peserta Study wisata dapat mengikuti Study wisata dengan teratur.
3.2.2 Sekolah diharapkan memberi waktu yang lebih lama bagi siswa untuk mengerjakan karya tulis.
3.3.3 sebaiknya guru pendamping lebih memperhatikan kesehatan murid, khususnya keadaan murid yang kurang sehat selama perjalanan..
3.3.4  Siswa diharapkan dapat menjaga barang-barang berharga dan pribadi masing-masing, agar tidak membebani guru pembimbing.
3.3.5 Siswa diharapkan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian objek-objek wisata yang dikunjungi.

















DAFTAR PUSTAKA

Artikel non-personal, 26 Agustus 2009, Tanahlot, Wikipedia Bahasa Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Tanahlot, diakses 08 Juli 2014

Artikel non-personal, 2009, joger bali, Docstoc,http://docs.docstoc.com/orig/2135919/8a862180-035c-4127-840d-5c917cd966f3.doc, diakses 08 Juli 2014

Artikel non-personal, 2009, pesona pulau Bali, Docstoc, http://docs.docstoc.com/orig/1875351/b532ce9e-0eda-49b1-8dab-beae89331a23.doc, diakses 08 Juli 2014



















LAMPIRAN


BIODATA PENULIS
1.      Nama                                     
Alamat                                    :
Tempat, Tanggal Lahir             : 
2.      Nama                                      :
Alamat                                                : 
    Tempat, Tanggal Lahir                       :  
3.                Nama                                      :
Alamat                                                : 
Tempat, Tanggal Lahir                       :  



















Lampiran Foto-Foto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar